Rabu, 13 Mei 2015



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Wawancara adalah suatu bentuk komunikasi langsung, jadi semacam percakapan, yang bertujuan memperoleh informasi. Wawancara adalah sebuah instrumen penelitian yang lebih sistematis. Dalam wawancara, pertanyaan dan jawaban yang diberikan dilakukan secara verbal. Biasanya komunikasi ini dilakukan dalam keadaan tatap muka, atau jika terpaksa dapat dilakukan melalui telepon. Hubungan dalam wawancara biasanya bersifat sementara, yaitu berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan kemudian diakhiri. Dalam wawancara, orang yang dimintai informasi (sumber data) disebut dengan informan. Pewawancara harus dapat menciptakan suasana akrab, sehingga informan dapat memberikan keterangan yang kita inginkan dengan penuh kerelaan.








BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Wawancara Mendalam
Wawancara-Mendalam (In-depth Interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden atau orang yang diwawncarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama (Sutopo 2006: 72).
Menurut (Moleong, 2005 : 186) wawancara mendalam merupakan proses menggali informasi secara mendalam, terbuka, dan bebas dengan masalah dan fokus penelitian dan diarahkan pada pusat penelitian. Dalam hal ini metode wawancara mendalam yang dilakukan dengan adanya daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Jadi, wawancara mendalam adalah melakukan penggalian secara mendalam terhadap satu topik yang telah ditentukan (berdasarkan tujuan dan maksud diadakan wawancara tersebut) dengan menggunakan pertanyaan terbuka. Penggalian yang dilakukan untuk mengetahui keterangan mereka berdasarkan  perspective responden dalam memandang sebuah permasalahan. Teknik wawancara ini dilakukan oleh seorang pewawancara dengan mewawancarai satu orang secara bertatap muka.



B.     Langkah-langkah dalam wawancara mendalam
1.      Pertimbangkan apa yang ingin diketahui tentang masalah apa.
2.      Tetapkan apakah wawancara mendalam adalah teknik yang paling tepat untuk mengungkap masalah tersebut.
3.      Mengidentifikasi para narasumber untuk membantu dalam merencanakan dan memberikan pelatihan kepada para pewawancara.
4.      Tentukan siapakah yang akan menjadi responden
5.       Siapkan pedoman wawancara untuk wawancara mendalam .
6.      Melatih pewawancara .
7.       Uji coba pedoman wawancara yang sebenarnya. .
8.      Pewawancara melakukan wawancara .
9.      Analisis dan interpretasi data.
Pedoman wawancara untuk wawancara mendalam:
1.      Salah satu aspek dalam penelitian yang harus diprioritaskan ádalah mempersiapkan pedoman wawancara.
2.      Pedoman ini berisi daftar pertanyaan atau topik yang akan didiskusikan oleh pewawancara dengan responden.
3.      Untuk memastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut tepat ditanyakan, peneliti harus membuat garis besar tentang informasi sepaerti apa yang dibutuhkan untuk mengungkapkan masalah yang spesifik.
Pentingnya dilakukan hal ini ditegaskan oleh kenyataan bahwa kualitas data yang didapatkan tergantung pada sejauh mana kualitas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pada waktu di lapangan.




C.    Menyusun pedoman wawancara
a.      Prinsip yang digunakan dalam menyiapkan pedoman yang baik tergantung pada penggunaan ungkapan-ungkapan yang umum, tidak langsung  dari pertanyaan-pertanyaan yang memberikan jawaban “ya atau tidak”. Sasaran umum ungkapan ini ádalah untuk mendorong responden untuk berbicara tentang topik yang dimunculkan.
b.      Berikut ini ada beberapa garis pedoman praktis dan berguna yang dapat membantu dalam menyusun pedoman wawancara:
1.      Buat daftar tentang maksud dan tujuan paling penting penelitian
2.      Tulis bagian paling pokok atau sub-tema masing-masing sasaran yang spesifik
3.      Buat konsep tentang pertanyaan-pertanyaan yang dapat ditanyakan lepada responden sehingga dimungkinkan memperoleh informasi yang dibutuhkan
4.      Periksa setiap pertanyaan dan cocokkan dengan maksud dan tujuan penelitian, kemudian buang pertanyaan-pertanyaan yang tidak tepat.
5.      Periksa kembali pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk memantapkan apakah pertanyaan tersebut akan memabantu dalam mendapatkan semua informasi yang diperlukan.
Sebagai sarana untuk mendapatkan pedoman yang baik dan efektif, perhatikan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1.      Jelas dan tidak Menyebar,
2.      Sederhana dan mudah dimengerti
3.      Layak dengan pengalaman responden yang menjadi target penelitian

D.    Peran Pewawancara

Ø  Peran pewawancara adalah bertindak sebagai moderator untuk menjaga agar diskusi tetap berjalan dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan sampai ia mendapatkan jalaban tepat dari responden.
Ø  Ia harus mampu menciptakan suasana informal dan bersahabat agar opini dan ide pemberi informasi dapat mengalir secara natural. Secara umum, peran pewawancara menuntut hal-hal sebagai berikut:

E.     Kegunaan dan kelemahan
Kegunaan atau manfaat dilakukannya wawancara-mendalam adalah :
1.      Dapat menggali informasi yang lengkap dan mendalam mengenai sikap, pengetahuan, pandangan responden mengenai masalah.
2.      pewawancara mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai responden berdasarkan tujuan dan maksud diadakan penelitian tersebut.
3.      Alur pertanyaan dalam wawancara dapat menggunakan pedoman (guide) atau tanpa menggunakan pedoman. Jika menggunakan pedoman (guide), alur pertanyaan yang telah dibuat tidak sia- sia tergantung kebutuhan dilapangan.
Kelemahan
1)      Untuk mendapatkan pewawancara yang terlatih sering mengalami kesulitan, padahal keberhasilan metode ini tergantung pada keefektifan dalam melaksanakannya di lapangan.
2)      Pewawancara mungkin tidak mampu mengontrol opininya sendiri yang ingin dicocockkan dengan kerangka penjelasan responden.
3)      Hasilnya sulit digeneralisisasikan karena informasi yang didapatkan sulit untuk dihitung.


















BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
wawancara mendalam adalah melakukan penggalian secara mendalam terhadap satu topik yang telah ditentukan (berdasarkan tujuan dan maksud diadakan wawancara tersebut) dengan menggunakan pertanyaan terbuka. Penggalian yang dilakukan untuk mengetahui keterangan mereka berdasarkan  perspective responden dalam memandang sebuah permasalahan. Teknik wawancara ini dilakukan oleh seorang pewawancara dengan mewawancarai satu orang secara bertatap muka.













DAFTAR PUSTAKA

https://biartambahtahu.files.wordpress.com/.../wawancara-mendalam.ppt...  dalam Powerpoint Dr.Haris Budi Widodo
http://id.scribd.com/doc/58300813/wawancara-mendalam#scribd