BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Wawancara adalah
suatu bentuk komunikasi langsung, jadi semacam percakapan, yang bertujuan
memperoleh informasi. Wawancara adalah sebuah instrumen penelitian yang lebih
sistematis. Dalam wawancara, pertanyaan dan jawaban yang diberikan dilakukan
secara verbal. Biasanya komunikasi ini dilakukan dalam keadaan tatap muka, atau
jika terpaksa dapat dilakukan melalui telepon. Hubungan dalam wawancara
biasanya bersifat sementara, yaitu berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan
kemudian diakhiri. Dalam wawancara, orang yang dimintai informasi (sumber data)
disebut dengan informan. Pewawancara harus dapat menciptakan suasana akrab,
sehingga informan dapat memberikan keterangan yang kita inginkan dengan penuh
kerelaan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Wawancara
Mendalam
Wawancara-Mendalam (In-depth Interview) adalah
proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab
sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden atau orang yang
diwawncarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara dimana
pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama
(Sutopo 2006: 72).
Menurut
(Moleong, 2005 : 186) wawancara mendalam merupakan proses menggali informasi
secara mendalam, terbuka, dan bebas dengan masalah dan fokus penelitian dan
diarahkan pada pusat penelitian. Dalam hal ini metode wawancara mendalam yang
dilakukan dengan adanya daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Jadi,
wawancara mendalam adalah melakukan penggalian secara mendalam terhadap satu
topik yang telah ditentukan (berdasarkan tujuan dan maksud diadakan wawancara
tersebut) dengan menggunakan pertanyaan terbuka. Penggalian yang dilakukan
untuk mengetahui keterangan mereka berdasarkan perspective responden
dalam memandang sebuah permasalahan. Teknik wawancara ini dilakukan oleh
seorang pewawancara dengan mewawancarai satu orang secara bertatap muka.
B. Langkah-langkah
dalam wawancara mendalam
1. Pertimbangkan apa yang ingin diketahui tentang masalah apa.
2. Tetapkan apakah wawancara mendalam adalah teknik yang paling tepat untuk
mengungkap masalah tersebut.
3. Mengidentifikasi para narasumber untuk membantu dalam merencanakan dan
memberikan pelatihan kepada para pewawancara.
4. Tentukan siapakah yang akan menjadi responden
5. Siapkan
pedoman wawancara untuk wawancara mendalam .
6. Melatih pewawancara .
7. Uji coba
pedoman wawancara yang sebenarnya. .
8. Pewawancara melakukan wawancara .
9. Analisis dan interpretasi data.
Pedoman wawancara untuk wawancara mendalam:
1.
Salah satu
aspek dalam penelitian yang harus diprioritaskan ádalah mempersiapkan pedoman
wawancara.
2.
Pedoman ini
berisi daftar pertanyaan atau topik yang akan didiskusikan oleh pewawancara
dengan responden.
3.
Untuk
memastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut tepat ditanyakan, peneliti
harus membuat garis besar tentang informasi sepaerti apa yang dibutuhkan untuk mengungkapkan masalah yang spesifik.
Pentingnya dilakukan hal ini ditegaskan oleh kenyataan bahwa kualitas data
yang didapatkan tergantung pada sejauh mana kualitas pertanyaan-pertanyaan yang
diberikan pada waktu di lapangan.
C. Menyusun pedoman wawancara
a.
Prinsip yang
digunakan dalam menyiapkan pedoman yang baik tergantung pada penggunaan
ungkapan-ungkapan yang umum, tidak langsung
dari pertanyaan-pertanyaan yang memberikan jawaban “ya atau tidak”.
Sasaran umum ungkapan ini ádalah untuk mendorong responden untuk berbicara
tentang topik yang dimunculkan.
b.
Berikut ini
ada beberapa garis pedoman praktis dan berguna yang dapat membantu dalam
menyusun pedoman wawancara:
1.
Buat daftar
tentang maksud dan tujuan paling penting penelitian
2.
Tulis bagian
paling pokok atau sub-tema masing-masing sasaran yang spesifik
3.
Buat konsep
tentang pertanyaan-pertanyaan yang dapat ditanyakan lepada responden sehingga
dimungkinkan memperoleh informasi yang dibutuhkan
4.
Periksa
setiap pertanyaan dan cocokkan dengan maksud dan tujuan penelitian, kemudian
buang pertanyaan-pertanyaan yang tidak tepat.
5.
Periksa
kembali pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk memantapkan apakah pertanyaan
tersebut akan memabantu dalam mendapatkan semua informasi yang diperlukan.
Sebagai sarana untuk mendapatkan pedoman yang baik dan efektif, perhatikan
bahwa pertanyaan-pertanyaan yang mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1.
Jelas dan tidak
Menyebar,
2.
Sederhana dan
mudah dimengerti
3.
Layak dengan
pengalaman responden yang menjadi target penelitian
D. Peran Pewawancara
Ø Peran pewawancara adalah bertindak sebagai moderator untuk menjaga agar
diskusi tetap berjalan dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan
sampai ia mendapatkan jalaban tepat dari responden.
Ø Ia harus mampu menciptakan suasana informal dan bersahabat agar opini dan
ide pemberi informasi dapat mengalir secara natural. Secara umum, peran
pewawancara menuntut hal-hal sebagai berikut:
E. Kegunaan dan
kelemahan
Kegunaan
atau manfaat dilakukannya wawancara-mendalam adalah :
1.
Dapat menggali informasi yang lengkap dan mendalam
mengenai sikap, pengetahuan, pandangan responden mengenai masalah.
2.
pewawancara mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai
responden berdasarkan tujuan dan maksud diadakan penelitian tersebut.
3.
Alur pertanyaan dalam wawancara dapat menggunakan
pedoman (guide) atau tanpa menggunakan pedoman. Jika menggunakan pedoman
(guide), alur pertanyaan yang telah dibuat tidak sia- sia tergantung kebutuhan
dilapangan.
Kelemahan
1) Untuk mendapatkan pewawancara yang terlatih sering
mengalami kesulitan, padahal keberhasilan metode ini tergantung pada
keefektifan dalam melaksanakannya di lapangan.
2) Pewawancara mungkin tidak mampu mengontrol opininya
sendiri yang ingin dicocockkan dengan kerangka penjelasan responden.
3) Hasilnya sulit digeneralisisasikan karena informasi yang
didapatkan sulit untuk dihitung.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
wawancara mendalam adalah melakukan penggalian secara mendalam terhadap
satu topik yang telah ditentukan (berdasarkan tujuan dan maksud diadakan
wawancara tersebut) dengan menggunakan pertanyaan terbuka. Penggalian yang dilakukan
untuk mengetahui keterangan mereka berdasarkan perspective responden
dalam memandang sebuah permasalahan. Teknik wawancara ini dilakukan oleh
seorang pewawancara dengan mewawancarai satu orang secara bertatap muka.
DAFTAR PUSTAKA
Teknik Wawancara (In-depth Interview). Diakses dari
http://penelitianpasar.blogspot.com/2012/03/teknik-wawancara-dalam-pengumpulan-data.html
Wawancara Mendalam. Diakses dari http://202.43.93.13/ppk/file.php/1/moddata/forum/24/156/Wawancara_mendalam.pdf
https://biartambahtahu.files.wordpress.com/.../wawancara-mendalam.ppt... dalam Powerpoint Dr.Haris
Budi Widodo
http://id.scribd.com/doc/58300813/wawancara-mendalam#scribd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar